Mamakku rasa kita jauh dimata, Namun hati tak henti terkoneksikan layaknya wifi yang memiliki jaringan.
Pulauku riau, yang tak bosanku rayuh dengan alam
yang takkan pernah tergambarkan pada lukisan karya manusia.
Darah riau yang mengalir pada diriku, menjadikan
rindu ini akan ingin pulang. Mamakku, kita dipisahkan akan pulau yang menjadi
pembatas pertemuan kontak fisik kita.
Tak serayanya, kulupakan cium kening serta
pelukan hangatmu. Kasihmu takkan terbendung dalam bentuk apapun setelah welas
kasih dan kasih sayang sang pencipta yang menakdirkanku pada kandunganmu.
Cintamu sunggu mulia, karna ikatan dunia yang
mempertemukan kita. Ku meninggalkan Riauku untuk perjuanganku. Tanah Jawa
menjadi pelarianku pada sebuah takdir yang sudah diutusnya.
Mamak, semangatku layak soekarno junior pada
diriku. Engkau adalah sekian alasan ku mengejar pendidikan pada kehidupanku.
Setelah ku pandai pada hakekat hidupku, mamakku,
kuakan pulang dengan merubah jubah para kaum penindas sebangsa riauku. Alam
yang mahal ini dibelinya oleh kaum penindas dengan harga murah, namun dijualnya
dengan tingkat harga jauh lebih menguntungnya untuk ketujuh turunanya.
Sementara 7 haripun tak kuasa mudah, bangsa kita
mencari makan..
riau kurindu..
riau kurindu..
pulangku akan kuubah dirimu untuk pengabdianku

Komentar
Posting Komentar