Langsung ke konten utama

SAJAK POHON TUA




Sajak pohon tua 
Inilah sajakku. . .
Aku berdiri tegak tak bersuara 
Memperhatikan  keganasannya
Ketika sekawananku ditebas
Dan dibakar secara membabi buta.
Oleh mereka iblis uang yang mencari kekayaan.
Untuk memenuhi dahaga keserakahan.

Manusia,,, oh manusia,,,
Tangan dingin tak tahu diriDi beri hati malah menyakiti
Eksekusi mati tanpa pengadilan
Membuat ku tak mampu bertahan..

Amarah ku ingin kuluapkan
Tapi Jeritku saja tak terdengarkan
Daun ku berguguran,Ranting ku di tebas kemudian,
Dan percikan api itu mulai menjalar dihutan, 
Membinasakan  segala kehidupan di hutan ku ini Kehidupan  dengan jutaan ragam hayatinya
Yang lama kian menghilangPunah tercekik kerusakanOleh kebejatan manusia yang penuh ketamakan.
Aku takut,
Aku dan kekayaan hayati negri ini
Hanya menjadi dongeng dimasa mendatang 


Putri Latifa B. Laulang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

NADA BIOLA VIOLIN

Nada memiliki tangga nadanya, dari nada rendah hingga nada tinggi. Jika setiap nada itu tergabung dan teralun menjadi sebuah lirik yang mengalun dengan sentuhan syair yang mengiringinya, akan terbentuk nyanyian yang indah dan memiliki makna, tapi tiba-tiba nada itu berhenti. Nada itu tak lagi teralun dengan iringan biola dari tangan ini. Hanya tangis yang  terdengar sekarang ini. Tak ada lagi yang terlihat tersenyum dan tepuk tangan dari mereka. Isak tangis yang mengiringi dan kehawatiran yang tergambar dari raut wajah mereka. Sendu yang terpancar setiap detiknya, mendung yang selalu nampak bersama sang mentari dan redupnya bintang bersamaan dengan bulan yang hilang tertutup awan hitam yang melintasinya.   Aku ingin bisa berlari kembali, aku juga ingin bisa tersenyum bersama mereka dan mengalunkan nada biola ini bersama mereka *** Mendung masih terlihat disenja ini. Gemricik hujan pun masih mengiringi mentari yang tertutup oleh mendungn u...

Riau ku rindu

Mamakku rasa kita jauh dimata, Namun hati tak henti terkoneksikan layaknya wifi yang memiliki jaringan. Pulauku riau, yang tak bosanku rayuh dengan alam yang takkan pernah tergambarkan pada lukisan karya manusia. Darah riau yang mengalir pada diriku, menjadikan rindu ini akan ingin pulang. Mamakku, kita dipisahkan akan pulau yang menjadi pembatas pertemuan kontak fisik kita. Tak serayanya, kulupakan cium kening serta pelukan hangatmu. Kasihmu takkan terbendung dalam bentuk apapun setelah welas kasih dan kasih sayang sang pencipta yang menakdirkanku pada kandunganmu. Cintamu sunggu mulia, karna ikatan dunia yang mempertemukan kita. Ku meninggalkan Riauku untuk perjuanganku. Tanah Jawa menjadi pelarianku pada sebuah takdir yang sudah diutusnya. Mamak, semangatku layak soekarno junior pada diriku. Engkau adalah sekian alasan ku mengejar pendidikan pada kehidupanku. Setelah ku pandai pada hakekat hidupku, mamakku, kuakan pulang dengan merubah jubah para kaum peni...

INDIGO HADIR KEMBALI

  D ivisi Penerbitan Kampus UKM Fordimapelar UNTAG Surabaya merupakan divisi yang menampung kreativitas mahasiswa yang salah satunya telah menghadirkan mading dengan julukan INDIGO.       INDIGO merupakan singkatan dari Informasi Fordi Go , dimana mading tersebut mengangkat artikel teraktual dan karya sastra terpopuler yang disajikan khusus untuk mahasiswa UNTAG Surabaya.         Jum'at 3 Maret 2017,  tim mading divisi penerbitan kampus yang terdiri dari Riska (Ilmu Komunikasi), Mega (Sastra Inggris), Dian (Psikologi), dan Angga (Teknik Industri) memulai eksekusi proses pembuatan INDIGO dengan artikel bertopik Bahaya Mencari Pacar di Media Sosial dan beberapa kumpulan puisi serta cerpen.          Pada tahun ini, tim mading divisi penerbitan kampus menyebarluaskan karya madingnya sebagai bentuk eksistensi mahasiswa ilmiah di UKM Fordimapelar. Kini INDIGO dapat dilihat di papan mading tiap fakultas dan Gra...