Langsung ke konten utama

Tangis serakah dunia



Sungguh ku tulis dengan air mata yang mewakili dirinya, dalam malam panjang yang berlanjut pada paginya. Kehidupan yang tak setara dengan mereka yang tak senasib pada malam indah, berpesta ria disurga dunia ini. 

Bersyukurlah kita pada Tuhan, karna dirumah kita tak menyimpan sawah seluas seperkecil dari alam raya ini. Tak menyimpan sapi yang setiap harinya menghasilkan kotoran sapi dalam bentuk wujud emas. 

Dua beda nasib itu sama-sama akan mengalami kematian. Dunia yang membedakan mereka dalam tipe kesengsaraan. Keduanya memahami kesengsaraan bersama. Namun, bagai pinang dibelah dua tetaplah beda jua rasa nitmat dunianya. 

Yang satu menikmati belantara kesengsaraan orang lain dengan haus duniawi. Yang satunya lagi memotori dirinya seakan sapi yang diperas keringatnya untuk membajak sawah dan menghasilkan air susunya. 

Karna kepintaran manusia akan akalnya. Lahirlah seorang Plato dengan perjuangannya, pada pemikiran nasib mereka yang kehidupannya tak sempat kenal rakus dunia. 

Sementara itu adapula pemikiran dari seorang Adam Smith percaya, bahwa seorang harus rakus akan duniawi agar manusia itu bernilai tinggi. Smith berdalang bahwa manusia tetaplah memiliki hati manusia. 

Tapi sapa disangka manusia tetaplah manusia, karna dengan itu smith mengeluarkan buku moral untuk kaum pemburu rente itu. Setiap pemikiran mereka tetaplah memberikan tangis pada masing-masing ceritanya. Berdamailah dan bersatu rasa dengan kita.. maka dunia ini kita nikmati bersama...

 

#Ragil Ajeng Pratiwi





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riau ku rindu

Mamakku rasa kita jauh dimata, Namun hati tak henti terkoneksikan layaknya wifi yang memiliki jaringan. Pulauku riau, yang tak bosanku rayuh dengan alam yang takkan pernah tergambarkan pada lukisan karya manusia. Darah riau yang mengalir pada diriku, menjadikan rindu ini akan ingin pulang. Mamakku, kita dipisahkan akan pulau yang menjadi pembatas pertemuan kontak fisik kita. Tak serayanya, kulupakan cium kening serta pelukan hangatmu. Kasihmu takkan terbendung dalam bentuk apapun setelah welas kasih dan kasih sayang sang pencipta yang menakdirkanku pada kandunganmu. Cintamu sunggu mulia, karna ikatan dunia yang mempertemukan kita. Ku meninggalkan Riauku untuk perjuanganku. Tanah Jawa menjadi pelarianku pada sebuah takdir yang sudah diutusnya. Mamak, semangatku layak soekarno junior pada diriku. Engkau adalah sekian alasan ku mengejar pendidikan pada kehidupanku. Setelah ku pandai pada hakekat hidupku, mamakku, kuakan pulang dengan merubah jubah para kaum peni...

SURGA INDONESIA

Deru ombak menghampiri diriku ketika aku datang di surga dunia ini yang jelas ini milik Indonesia tercinta, kadang kala aku berfikir indahnya Indonesia ini? hanya di nikmati segilintir orang saja , dalam hati aku bertanya pada diriku kapan rakyat Indonesia menikmati gemuru ombak dan juga angin sepoi – sepoi yang datang menghampiri diriku ketika aku datang ke surga Indonesia. ketika saya datang ke surga ini kadang saya berfikir Indonesia indah nan eksotis, herannya rakyat Indonesia tak tahu dengan hal itu, hey kau bangsa Indonesia ? ketahuilah lautmu itu lebih luas dari dari pada daratannya tapi kau tak tahu itu ? ribuan pulau yang terdaftar dalam bukunya PBB ( perserikatan bangsa bangsa ) hanya sebagian kecil yang dunia tidak tahu itu betapah indahnya Indonesia ini. Hey bangsa Indonesia tetap tegakkanlah kepalamu jangan mundur apa lagi menyerah, buanglah pikiran – pikiran itu. Tataplah lagit luas dan katakan pada dirimu aku pasti datang dalam surgamu itu entah kapan ak...

NADA BIOLA VIOLIN

Nada memiliki tangga nadanya, dari nada rendah hingga nada tinggi. Jika setiap nada itu tergabung dan teralun menjadi sebuah lirik yang mengalun dengan sentuhan syair yang mengiringinya, akan terbentuk nyanyian yang indah dan memiliki makna, tapi tiba-tiba nada itu berhenti. Nada itu tak lagi teralun dengan iringan biola dari tangan ini. Hanya tangis yang  terdengar sekarang ini. Tak ada lagi yang terlihat tersenyum dan tepuk tangan dari mereka. Isak tangis yang mengiringi dan kehawatiran yang tergambar dari raut wajah mereka. Sendu yang terpancar setiap detiknya, mendung yang selalu nampak bersama sang mentari dan redupnya bintang bersamaan dengan bulan yang hilang tertutup awan hitam yang melintasinya.   Aku ingin bisa berlari kembali, aku juga ingin bisa tersenyum bersama mereka dan mengalunkan nada biola ini bersama mereka *** Mendung masih terlihat disenja ini. Gemricik hujan pun masih mengiringi mentari yang tertutup oleh mendungn u...