Langsung ke konten utama

Wanita berliterasi dalam kejayaanya


Gerakan emansipasi wanita kini sudah banyak gencar diembuskan dengan mengibarkan bendera tanda menuntut diberbagai penjuru dunia yang mayoritas pejuangnya merupakan wanita.

Mulai dari gerakan wanita yang menuntut hak untuk bersuara dalam keterlibatannya terhadap pembangunan negara yang mayoritas merupakan pria.

Hingga dalam posisi pekerjaan yang bersifat leadership ataupun kontruksi dan teknik yang pekerjaan awalnya merupakan stigma hanya mampu dikerjakan oleh kaum pria.

Adanya feminisme kini juga kuat dengan opini-opininya menuntut hak wanita juga berkesempatan menjadi pemimpin dunia.                              

Gerakan yang menuntut hak wanita, bukanlah tidak memiliki alasan.

Karena dalam sejarah dunia sendiri khususnya perjalanan adanya  ilmu sains, tidak adanya pemikiran wanita dalam kontribusi ilmu menjadikan wanita hanya seorang follower pada setiap pengetahuan yang diciptakan.

Tak hanya tidak dianggap sebagai ilmuwan-ilmuwan wanita pada waktu itu. Penindasan dalam hal fisik juga menjadi tolak ukur posisi wanita pada zaman ke zaman. 

Salah satunya ialah kekerasan seksual yang sering terjadi.

Indonesia sendiri memiliki cerita sejarah kelam yang tidak akan pernah dilupakan karena kebiadaban dilakukan pada kaum perempuan. 

 Banyaknya cerita dari salah satu cerita miris yang dialami kaum perempuan bangsa Indonesia terjadi pada tahun 1942, banyak dari mereka menjadi korban kebengisan kaum nippon pada zaman kedudukan jepang dalam menjajah Indonesia. 

Dalam kekejaman yang diderita oleh  perempuan Indonesia, jepang menjanjikan memberikan pendidikan kaum perempuan keluar Negeri untuk selanjutnya diapresiasikan dalam pengabdian terhadap Negara bila jenjang pendidikan mereka sudah diperoleh.             

Namun, tak kunjung tiba janji tersebut, kaum perempuan yang kebanyakan merupakan anak berpangkat tersebut berbelok arah menjadi pelampiasan budak nafsu yang disiapkan untuk tentara jepang. 

Setiap hari dan waktu, bahkan istirahat mereka berkurang hanya untuk melayani tentara jepang bermata sipit dengan tak diberi upah ataupun diberikan kedudukan seorang wanita yang sewajarnya. 

Beban merekapun bukan hanya rasa sedih seumur hidup yang akan dirasa, Merekapun harus menelan mentah-mentah mimpi indah mereka dalam pendidikan yang diimpikannya hingga kepaitan melupakan keluarga khususnya orang tua mereka karena menanggung malu dan beban batin yang sangat hebat.                      

Disaat masa berakhirnya penjajahan jepang pada tahun 1945 untuk menghilangkan jejak kebiadaban jepang waktu itu, tentara jepang dengan entengnya membuang perawan remaja tersebut disuatu pulau yang sangat terpencil. 

Perjalanan hidup mereka hingga masa tuanya mereka habiskan dipulau Buru. Pulau yang kehidupannya pada hutan belantara dengan suku adat yang memiliki kebiasaan kehidupan yang sangat berbeda dengan mereka. 

Banyak dari mereka yang terpaksa menikah dengan pria masyarakat Alfuru yang berkulit hitam. Dan banyak dari mereka memiliki keturunan hingga saat ini.

Cerita perawan remaja dalam cengkraman militer Jepang merupakan segelintir cerita mengenai bagaimana posisi wanita dari zaman ke zaman. 

Zaman kini telah menunjukkan bagaimana posisi seorang wanita. Bahkan setiap Negara memiliki hukum yang kuat untuk seorang wanita. Diciptakan menjadi seorang wanita merupakan karunianya yang paling indah.              

Selain tugas seorang wanita yang menjadi pencetak karakter penerus bangsa. Wanita juga memberikan warna-warni kehidupan ini dalam mengatur sistem sosial dalam tiang sebuah Negara. 

Tak sedikit pahlawan dunia yang memperjuangkan nasib seorang wanita. 

 Berbanggalah ketika diciptakan sebagai wanita. Karena tugas yang diberikan sangat mempengaruhi keberlangsungan kehidupan didunia ini.

Dengan hak yang kita tuntut agar setara dengan seorang pria. Haruslah diimbangi dengan kewajiban yang diemban dengan setulus hati.

Karena keberhasilan untuk memperjuangkan hak wanita bukan terletak bagaimana perempuan tersebut mampu berkuasa disebuah Negara. Melainkan saling membantu untuk mengurangi beban ketimpangan dalam hal pembangunan Negara.                   

Wanita bertugas menambal lubang yang rusak dan mendorong terciptanya kerukunan dalam lingkungan sosial.

Dalam hal ini diperlukan wanita berliterasi yang mempelajari ilmu-ilmu literasi agar menciptakan sebuah solusi untuk permasalahan yang terjadi disuatu lingkungan ataupun Negara. 

Karena dengan mempelajari literasi. Maka kita akan mampu menyikapi dan mefilter setiap tindakan yang akan dilakukan. Menghargai kesetaraan gender merupakan hal penting dalam hal ini.

Tidak mengatas namakan kaum gender merupakan kunci dari saling menghargai satu sama lain. 

Perlunya menjadi wanita berliterasi karena akan menjadi pedoman hidup bagaimana akan melangkah selanjutnya dengan porsi sebagai wanita yang mengemban tugas dengan setulus hati. 

 Bagaimanapun Tuhan menakdirkan kita sebagaimana apa yang kita jalani. Maka bersyukur adalah kunci damai hidup ini. Seorang pria dan wanita memiliki tugas masing-masing dan keduanya juga mampu memberikan perubahan zaman.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

NADA BIOLA VIOLIN

Nada memiliki tangga nadanya, dari nada rendah hingga nada tinggi. Jika setiap nada itu tergabung dan teralun menjadi sebuah lirik yang mengalun dengan sentuhan syair yang mengiringinya, akan terbentuk nyanyian yang indah dan memiliki makna, tapi tiba-tiba nada itu berhenti. Nada itu tak lagi teralun dengan iringan biola dari tangan ini. Hanya tangis yang  terdengar sekarang ini. Tak ada lagi yang terlihat tersenyum dan tepuk tangan dari mereka. Isak tangis yang mengiringi dan kehawatiran yang tergambar dari raut wajah mereka. Sendu yang terpancar setiap detiknya, mendung yang selalu nampak bersama sang mentari dan redupnya bintang bersamaan dengan bulan yang hilang tertutup awan hitam yang melintasinya.   Aku ingin bisa berlari kembali, aku juga ingin bisa tersenyum bersama mereka dan mengalunkan nada biola ini bersama mereka *** Mendung masih terlihat disenja ini. Gemricik hujan pun masih mengiringi mentari yang tertutup oleh mendungn u...

Riau ku rindu

Mamakku rasa kita jauh dimata, Namun hati tak henti terkoneksikan layaknya wifi yang memiliki jaringan. Pulauku riau, yang tak bosanku rayuh dengan alam yang takkan pernah tergambarkan pada lukisan karya manusia. Darah riau yang mengalir pada diriku, menjadikan rindu ini akan ingin pulang. Mamakku, kita dipisahkan akan pulau yang menjadi pembatas pertemuan kontak fisik kita. Tak serayanya, kulupakan cium kening serta pelukan hangatmu. Kasihmu takkan terbendung dalam bentuk apapun setelah welas kasih dan kasih sayang sang pencipta yang menakdirkanku pada kandunganmu. Cintamu sunggu mulia, karna ikatan dunia yang mempertemukan kita. Ku meninggalkan Riauku untuk perjuanganku. Tanah Jawa menjadi pelarianku pada sebuah takdir yang sudah diutusnya. Mamak, semangatku layak soekarno junior pada diriku. Engkau adalah sekian alasan ku mengejar pendidikan pada kehidupanku. Setelah ku pandai pada hakekat hidupku, mamakku, kuakan pulang dengan merubah jubah para kaum peni...

INDIGO HADIR KEMBALI

  D ivisi Penerbitan Kampus UKM Fordimapelar UNTAG Surabaya merupakan divisi yang menampung kreativitas mahasiswa yang salah satunya telah menghadirkan mading dengan julukan INDIGO.       INDIGO merupakan singkatan dari Informasi Fordi Go , dimana mading tersebut mengangkat artikel teraktual dan karya sastra terpopuler yang disajikan khusus untuk mahasiswa UNTAG Surabaya.         Jum'at 3 Maret 2017,  tim mading divisi penerbitan kampus yang terdiri dari Riska (Ilmu Komunikasi), Mega (Sastra Inggris), Dian (Psikologi), dan Angga (Teknik Industri) memulai eksekusi proses pembuatan INDIGO dengan artikel bertopik Bahaya Mencari Pacar di Media Sosial dan beberapa kumpulan puisi serta cerpen.          Pada tahun ini, tim mading divisi penerbitan kampus menyebarluaskan karya madingnya sebagai bentuk eksistensi mahasiswa ilmiah di UKM Fordimapelar. Kini INDIGO dapat dilihat di papan mading tiap fakultas dan Gra...